27
Jun
08

Deja-Vu

Ho ho ho … pertama2 … mengenai alasan kenapa saya posting masalah DeJa-Vu ini, sebab fenomena ini kadang – kadang juga menimpa saya, bahkan pernah saya mengalami DeJa-Vu hampir 1 menitan, karna memang rata2 orang mengalami dejavu kurang lebih 5 – 10 detik …

Oke, bagi yang belum tahu apa itu DeJa-Vu, begini menurut saya, DJV adalah sebuah fenomena keadaaan / kondisi / kejadian tertentu dimana kita sedang melakukan aktifitas2 seperti biasanya, tetapi yang menjadi aneh adalah, kita mempunyai perasaan bahwa keadaan / kondisi tsb sudah pernah kita alami sebelumnya, namun ketika kita mecoba untuk mengingatnya kembali, kita akan kesulitan untuk memastikan kapan, di mana, saat, apa dulu kita mengalaminya. Kira2 begitu penjelasan singkatnya, rata2 semua orang pernah mengalami fenomena DJV tersebut, namun kebanyakan orang memang tidak menanggapinya serius, dan beranggapan yaaa … mungkin itu dari mimpi pas lagi tidur, begitupun dengan saya, saya beranggapan bahwa mungkin ketika tidur saya bermimpi mirip seperti kejadian yang saya alami barusan, dan spontan perasaan yang muncul adalah saya pernah mengalami kejadian ini sebelumnya di dalam mimpi saat tidur. Dan memang tidak dipungkiri … runtutan skenario di setiap mimpi orang pastilah kacau balau, dan tidak beraturan, ini menyebabkan orang hanya mampu mengingat sebagian kecil mimpi yang dia alami di saat tidurnya. Jadi … apa, mengapa dan bagaimana DeJa-Vu itu bisa kita alami dan kita rasakan, begini menurut beberapa artikel yang saya kutip di banyak sumber di .net

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.
Sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.
Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.
Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.
LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.
Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau.

DeJa-Vu masih menjadi misteri, masih belum ada penjelasan detail mengenai penyebabnya dan masih menjadi pertanyaan, … oke sekian.


0 Responses to “Deja-Vu”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Assalamualaikum …

Apa kabar ? semoga kabar baik ... oke thanks udah klik my Blogzzzz ... Wassalamualaikum ... Chat dengan Q

Arsip

Dalam

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
    Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Blog Stats

  • 31,953 hits&run

%d blogger menyukai ini: